× Redaksi Pedoman Media Siber
Beranda Post IDI Tolak Eksekusi Kebiri Kimia, Ahli Psikolog Forensik: Selamat Gigit Jari

IDI Tolak Eksekusi Kebiri Kimia, Ahli Psikolog Forensik: Selamat Gigit Jari

SHARE
IDI Tolak Eksekusi Kebiri Kimia, Ahli Psikolog Forensik: Selamat Gigit Jari

Hukuman kebiri kimia yang diberikan kepada M Aris dinilai bakal sulit terlaksana/Net

KDNNews

Putusan Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto untuk memberi hukuman kebiri kimiawi terhadap terdakwa predator seksual, M Aris (20), bakal hadapi tantangan. Saat ini saja pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim sudah menyatakan penolakannya untuk jadi eksekutor.

Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri mengatakan, hukuman kebiri kimia akan sulit terlaksana di Indonesia. Karena saat ini belum ada petunjuk teknis soal hukuman yang baru pertama kali dilakukan tersebut.

"Bisa dipastikan putusan semacam itu tidak bisa dieksekusi. Pasalnya, Ikatan Dokter Indonesia menolak menjadi pelaksana, karena di Indonesia filosofi kebiri adalah retributif," ucap Reza, Selasa (27/8/2019).

Baca: Menkes Dukung Kebiri Kimia Predator Seksual

Padahal kata Reza, di luar negeri filosofi hukum kebiri kimia hanya untuk rehabilitasi. Bukan untuk "balas dendam" terhadap pelaku predator seksual.

Selain itu di luar negeri, kebiri kimia dilakukan karena adanya permintaan para pelaku predator seksual, bukan karena tekanan pihak tertentu. Tak heran di sana hukuman ini cukup memberi hasil signifikan.

Dalam putusan Majelis Hakim PN Mojokerto, kata Reza, hukuman kebiri dijatuhkan dengan menihilkan kehendak pelaku. "Alhasil, bisa-bisa pelaku menjadi predator mysoped, semakin buas," katanya.

Penolakan IDI untuk menjadi eksekutor kebiri kimia terhadap pelaku predator seksual bukan tanpa alasan. Karena di dalam UU 17/2016 tidak adanya ketentuan teknis yang mengatakan soal kastrasi kimiawi dalam sebuah proses hukuman.

"Disini belum ada ketentuan teknis kastrasi kimiawi. Akibatnya, UU 17/2016 melongo bak macan kertas. Kebiri, selamat gigit jari," pungkasnya.

Sumber