× Redaksi Pedoman Media Siber
Beranda Post Menghadapi Krisis Pangan Global, Dinas Pangan jangan hanya “Dinas Lomba Masak”

Menghadapi Krisis Pangan Global, Dinas Pangan jangan hanya “Dinas Lomba Masak”

SHARE
Menghadapi Krisis Pangan Global, Dinas Pangan jangan hanya “Dinas Lomba Masak”

Angota DPRK Aceh Selatan Hadi Surya saat menghadiri rapat gerakan menjaga ketahanan pangan

KDNNews

Aceh Selatan, Angota DPRK Aceh Selatan Hadi Surya yang mewakili pimpinan DPRK menghadiri rapat gerakan menjaga ketahanan pangan menghadapi krisis pangan Global di Aula Sekdakab Aceh Selatan, Kamis 28/05/2020.

Hadi Surya S.TP, MT Anggota DPRK Aceh Selatan dari partai Gerindra tersebut kepada KDNNews.co mengatakan, Secara nasional krisis pangan sudah dimulai terjadi yang ditandai dengan kurangnya pasokan dan peningkatan harga. Sedangkan puncaknya diperkirakan pada Bulan Nopember 2020 Sampai dengan januari 2021.

Sebelumnya Hadi Surya pernah menyampaikan pernyataannya yang di muat media pada 02/05 2020 tentang soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa, " katanya.

Jika krisis pangan global adalah sebuah peperangan, maka kita menghadapinya melalui tanam serentak zonasi wilayah, percepat masa tanam dan musyawarahkan dengan parapihak termasuk keujruen blang tantang kalender tanam.

Kemudian kita harus petakan kekuatan kita berupa, kesiapan alsintan kita dalam mengolah tanah, ketersediaan bibit unggul, pengairan dan pupuk serta pengendalian hama, " lanjutnya.

Menghitung kesiapan anggaran untuk itu sampai pada proses penanganan pasca panen. “Jika krisis pangan adalah sebuah peperangan, maka siapa yang menguasai teknologi dialah pemenang perang, " ujarnya

Saya selaku Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan, untuk konteks ketahanan pangan dan kepedulian terhadap petani, sejauh ini saya masih memberikan apresiasi kepada Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran atas ketulusan beliau untuk memperhatikan sektor pertanian dan perekonomian secara umum.

Namun kabinet kerjanya dalam hal ini dinas Pertanian, Dinas Pangan, Dinas Perindagkop UKM dan Dinas Perikanan Kelautan masih sangat lemah bahkan tidak terintegrasi dalam menterjemahkan gagasan Plt Bupati Aceh Selatan.

Ini yang sangat kita sayangkan, Dinas pertanian seakan kehilangan skema kerja sehingga harapan tanam serentak berbasis zonasi wilayah di kabupaten Aceh Selatan tidak terwujud dan tonase produksi padi dan jagung kita kian menurun berdasarkan data LKPJ tahun 2019 yang saya terima, " ucapnya.

Dinas pangan seakan hilang peran dalam mewujudkan Visi Misi Aceh Selatan Hebat, terkesan dinas ini adalah “Dinas Lomba Masak” yang program andalannya adalah membuat perlombaan masak, seharusnya banyak trobosan dan gagasan yang bisa dikembangkan apalagi kadis pangan provinsi Aceh adalah Mantan Kadis Kelautan Kabupaten Aceh Selatan, ini harusnya menjadi poin tambahan bagi kita, " jelasnya

Selanjutnya, Seharusnya dinas harus hadir sebagai penyemangat dan penyelamat bagi para petani dengan melakukan upaya penyiapan dan pendampingan untuk terwujudnya tanam serentak dan meningkatnya produksi pangan kita demikian juga untuk komuditi jagung yang bisa menjadi andalan Aceh Selatan.

Pada kesempatan ini, saya meminta kepada Plt Bupati Aceh Selatan untuk mengevalusi kinerja dinas pertanian secara keseluruhan, satu kesatuan kerja bidang-bidang dan seksi-seksi termasuk balai panyuluhan harus terintegrasi satu irama, satu ide dan satu gagasan dalam mewujudkan cita-cita Aceh Selatan Hebat.

Dinas Perindagkop dan UKM, kembangkan dan aktifkan koperasi tani, nelaya dan perdagangan untuk pembiayaan dan pemasaran. Sinergikan dengan dinas pertanian dan dinas perikanan. Jika ini berjalan maka peran tangkulak pada sector pertanian, peran rentenir sector perdagangan ini bisa kita berantas sesuai dengan semangat dan cita-cita perjuangan Azam ingin menghapus koperasi keliling yang menyengsarakan rakyat.

Harusnya Daerah bisa hadir untuk itu. Tidaklah elok di Bumi Syariat Islam, kita mempertontonkan praktek riba jalanan yang merajalela, " katanya

Kemudian untuk tiga dinas tersebut, Dinas Pertania, Dinas Pangan dan Dinas Perindagkop UKM, saya memohon pada Plt Bupati Aceh Selatan untuk memanggil khusus mereka, buat forum untuk “mencuci otak mereka”, bangun kekompakan, kerjasama tim, tuntut gagasan dan langkah kerja mereka, jika tidak ada progress yang bagus, bangku panjangkan saja atau perbantukan di kecamatan-kecamatan.

Jika tidak segera dilakukan, maka cita-cita Aceh Selatan hebat dengan tema ekonomi kerakyatan akan sulit terwujud.

Terakhir para pihak juga harus meningkatkan koordinasi dengan pihak baik provinsi Aceh maupun pusat untuk mendapatkan dukungan menuju swasembada pangan dan ekomoni kerakyatan bisa berdiri gagah di Aceh Selatan, " tutup Alumni Pertanian Unsyiah ini.

Setelah berita ini di unggah dinas tersebut belum berhasil di konfirmasi oleh media KdnNews.co (*)