× Redaksi Pedoman Media Siber
Beranda Post Rektor Universitas Abulyatama Didemo Mahasiswa

Rektor Universitas Abulyatama Didemo Mahasiswa

SHARE
Rektor Universitas Abulyatama Didemo Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Abulyatama di Aceh gelar aksi unjuk rasa.

KDNNews

Sekitar 100 Mahasiswa perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) Kampus Universitas Abulyatama (Unaya) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung perkuliahan Unaya, Rabu (4/9/2019) pagi.

Dalam aksi tersebut, para petinggi lembaga organisasi mahasiswa tersebut menuntut dua hal kepada pihak kampus, yaitu tentang Transparansi Anggaran PKKMB dan Tupoksi Ormawa dalam pelaksanaan PKKMB.

Aksi yang diikuti oleh Pemerintahan Mahasiswa Universitas (PEMA), Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM), dan seluruh ketua BEM se-Fakultas serta UKM di kampus tersebut. Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 8.00 WIB.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai macam atribut seperti bendera, spanduk dan poster. Sejumlah aktribut tersebut diantaranya tertuliskan “PKKMB bukan ajang proyek” , “Ormawa bukan anak bawang” , “Kampus harus Transparan” dan “Bek cok Hak Kamoe”.

Koordinator aksi, M. Khaliz dalam orasinya menyampaikan pemboikotan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru terjadi karena ketidakpuasan ormawa setelah beberapa hari melakukan audiensi dengan pihak rektorat.

"Pelaksanaan PKKMB selama 5 hari tidak melibatkan ormawa sebagai panitia penuh sehingga mahsiswa menuntut porsinya yang telah diatur dalam buku panduan PKKMB dari Kemenristek Dikti," ungkapnya.

Sementara Presiden Mahasiswa Unaya Rahmatun Fhonna mengatakan, KKMB Unaya sudah menjadi tabiat dan budaya, mahasiswa menjadi panitia pelaksana. Namun ia protes karena penyusunan devisi di SK panitia tidak melibatkan mahasiswa.

"Karena kami tidak dilibatkan penuh dalam penyusunan panitia ini, bukankah PKKMB ini ranahnya kemahsiswaan di bawah tanggung jawab wakil rektor III, kenapa malah di kepanitiaan semua dosen yang dilibatkan penuh untuk di SK kan. Apakah ini karena tercantumnya honor panitia yang sudah dibuat dalam SK?" kata Fhonna.

Dalam orasinya, Fhonna juga mengatakan, bahwa ormawa kampus bukan anak bawang yang tugasnya bagi-bagi kue, angkat kursi, bersihkan ruangan dan dengar intruksi dari dosen.

Dari beberapa video beredar, dalam aksi tersebut massa juga terlihat menerobos masuk ke ruangan PKKMB yang sedang berlangsung, tapi pihak keamanan kampus melarang, sehingga terjadi gesekan antara pihak kemananan dengan mahsiswa, sebelum akhirnya berhasil menerobos masuk.

Para petinggi kampus seperti Wakil rektor I. Wakil rektor II, Wakil rektor III serta para dekan mahasiswa terlihat berada dalam ruangan, dan acara PKKMB terpaksa berhenti karena massa menduduki panggung utama ruangan tersebut, kehadiran mereka dalam ruangan mendapatkan sambutan yang meriah dari mahasiswa baru.

Aksi yang berlangsung hingga sore tersebut mendapatkan hasil yang memuaskan walaupun sempat menjadi perdebatan sengit antara para wakil rektor terutama wakil rektor II dengan presiden mahasiswa.

Fhonna juga membantah semua rincian anggaran yang dianggap Warek II keliru dalam pemaparannya, dan dia meminta diperjelas di depan seluruh mahasiswa baru yang hadir di ruangan, dikemanakan uang mereka yang di ambil Rp 1 juta per mahasiswa.

Fhonna pun menginginkan agar pejabat Unaya memperjelas kedudukan Ormawa dalam pelaksanaan PKKMB serta anggaran ormawa yang dipotong dari uang Maba dalam dua hari yang dijalankan oleh mahasiswa.

“Kenapa tidak dari kemarin-kemarin seperti ini, coba saja ketika audiensi kami diperjelas seperti ini mungkin ormawa tidak akan turun dan demo," sambung Koordinator Aksi Khaliz.

Selesai semua tuntutan mereka, ormawa diajak untuk tetap bergabung mejalankan PKKMB ini sampai dengan selesai. Massa aksi keluar dalam ruangan dengan meminta para orang tua mereka (dosen) berdiri untuk salam-salaman.

Harapan terakhir para demonstran kepada petinggi universitas agar memperbaiki birokrasi kampus. "Anggaplah kritikan untuk membangunkan unaya dari tidur yang berkempajangan. Kami Ormawa ini penting," Ketua DPM Unaya tersebut.